Virus. Begitulah jika aku memanggilnya. Sebenarnya
itu bukan nama aslinya, tapi panggilan sayangku untuknya. Nggak ada alasan yang
jelas untuk panggilan itu. Suka sajaa.
Dia yang pertama kali menyuntikkan virus cinta di dalam tubuhku.
Ciyeee.. sok puitis
Gadis aneh yang tak bisa dibaca fikirannya. Seorang
mentalis hebatpun kurasa masih susah menembusnya, karena orangnya clumsy, setidaknya itu menurutku. Yang
bikin anehnya menurutku dia itu mau dengaku tapi seenaknya. Selama ini nggak ada
lo yang mau. Contoh, sms tiba-tiba. Setelah itu nggak ada kabar selama
seminggu. Tuhhh kan, buat bingung saja. Oh Tuhan, ampun.
Kadang malas dengarin curhatannya. Ngeluh terus.
Bayangkan saja, tugas dari kampus yang setumpuk ditambah lagi amanah organisasi
yang sebukit a plus curhatnya dia.
Biuhhh, otakku seperti tanggul jebol, mau pecah. Yang namanya ibu-ibu, selalu
pandai merayu di pasar, nah yang ini memang ahli. Finally,dia akan sukses membuatku jatuh kasihan padanya.
Kadang aku pengen bilang pada dia untuk curhat
ketemannya yang lain. Jelas ini tak pernah terucap. Pertama, aku tak pernah setega itu. Kedua, aku sayang padanya. Ketiga,
semakin lama kusadari, rasa sayangku padanya lebih besar dari sekedar
kesal. Aku terlalu sayang kepadanya. Sayang yang teramat sayang.
Sebenarnya aku dulu tidak punya perasaan apa-apa
padanya. Namun itu dulu kawan, kalau sekarang ceritannya lain. Dia adalah gadis
yang smart, dari SD juara terussss..
Gila banget otaknya. Eittss, jangan salah aku juga pintar, walaupun itu
menurutku. Mmmm, tapi melihat nilai raporku sewaktu SMP sampai sekarang aku
termasuk lima orang yang tidak boleh diremehkan di kelas, tapiii kalau di SD
mah anggap saja aku nggak ada. Terlalu introvert
sekali. So, cocoklah jika aku
disandingkan dengannya, so pasti anak kami akan an
exceptionally intelligent person all.
Amin.
Continue…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar