Minggu, 13 Oktober 2013
St Cloud State Universit
Untuk teman - teman yang ingin melanjutkan kuliah keluar negeri, ada sebuah universitas yang patut untuk dijadikan pertimbangan.
Cekidottt..!!!
Cekidottt..!!!
St Cloud State University didirikan tahun 1869 dan hingga kini merupakan institusi pendidikan sarat peluang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Universitas ini menawarkan beraneka ragam program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) yang diakui secara internasional. Dengan banyaknya mahasiswa dari segala penjuru dunia, St Cloud State menyediakan lingkungan belajar yang multicultural dan ramah.
Universitas ini terletak di daerah metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di negara bagian ini, hanya berjarak satu jam di sebelah barat laut Minneapolis/St. Paul, suatu tempat yang aman dan menjadi ajang utama bagi acara olahraga, hiburan, kuliner dan bisnis.
Mengapa memilih Universitas ini?
Universitas ini terletak di daerah metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di negara bagian ini, hanya berjarak satu jam di sebelah barat laut Minneapolis/St. Paul, suatu tempat yang aman dan menjadi ajang utama bagi acara olahraga, hiburan, kuliner dan bisnis.
Mengapa memilih Universitas ini?
- Mahasiswa dapat memilih dari lebih dari 200 program S1, 60 gelar pascasarjana, termasuk program S3 di bidang pendidikan dan program master di bidang pengelolaan keamanan data informasi (information assurance - IA).
- Melakukan penelitian bersama instruktur yang mengenal setiap mahasiswa dengan nama.
- Belajar bersama lebih dari 1.100 mahasiswa internasional dari sekitar 80 negara.
- Akomodasi berfasilitas modern dengan harga terjangkau
- Dapatkan potongan biaya kuliah melalui Academic and Cultural sharing Scholarship.
Untuk membantu mahasiswa mengatasi kesulitan keuangan dan agar mereka dapat berfokus pada kegiatan akademis, Universitas ini menawarkan beragam beasiswa termasuk beasiswa Akademik & Kebudayaan. Beasiswa yang cukup besar ini disediakan oleh Universitas sehingga sungguh membedakan Universitas ini dari institusi pendidikan lainnya di A.S., dan dengan mutu pendidikannya serta fasilitas, teknologi, uang kuliah dan biaya hidup yang terjangkau, menjadikan St. Cloud pilihan yang tepat bagi mahasiswa internasional.
Sepanjang masa kuliah mereka di SCSU para mahasiswa internasional mendapatkan dukungan bahasa Inggris yang istimewa. Selain itu ditawarkan kursus bagi mahasiswa internasional untuk meningkatkan kemahiran mereka berbahasa Inggris agar dapat memenuhi persyaratan Bahasa Inggris sebagaimana ditetapkan Universitas.
Nilai-nilai yang dianut oleh Universitas dicerminkan oleh para professor dan staf yang memastikan bahwa layanan akademis, bisnis dan mahasiswa disajikan dalam lingkungan yang ramah, profesional, inklusif dan mendukung. Mahasiswa internasional juga mendapat manfaat dari pengetahuan staf akademis yang telah mereka raih melalui keterlibatan mereka di bidang pendidikan, penelitian, dunia usaha dan praktik sebagai profesional.http://www.hotcourses.co.id/
Sepanjang masa kuliah mereka di SCSU para mahasiswa internasional mendapatkan dukungan bahasa Inggris yang istimewa. Selain itu ditawarkan kursus bagi mahasiswa internasional untuk meningkatkan kemahiran mereka berbahasa Inggris agar dapat memenuhi persyaratan Bahasa Inggris sebagaimana ditetapkan Universitas.
Nilai-nilai yang dianut oleh Universitas dicerminkan oleh para professor dan staf yang memastikan bahwa layanan akademis, bisnis dan mahasiswa disajikan dalam lingkungan yang ramah, profesional, inklusif dan mendukung. Mahasiswa internasional juga mendapat manfaat dari pengetahuan staf akademis yang telah mereka raih melalui keterlibatan mereka di bidang pendidikan, penelitian, dunia usaha dan praktik sebagai profesional.http://www.hotcourses.co.id/
Kamis, 25 April 2013
Galau
Kunci sukses menghadapi galau
Galau? Ya deh,
semua orang pasti merasakan galau. Karena galau itu adalah sifat manusiawi
manusia. Kiriman telat dikirim oleh orang jadi galau (nasib anak kos). Dosen
memberi nilai rendah demam galau (nasib anak kuliahan). Laporan direvisi
berkali-kali terkena virus galau (nasib praktikan). Oke, boleh lah kita
bergalau ria. Silahkan deh kita galau tingkat nasional bahkan tingkat
internasional. Tapi, yang perlu diketahui adalah bahwa kita boleh galau asalkan
tidak berlebihan. Asalkan jangan mengakhiri hidup ini karena galau, sumpah itu
sadis bangat. Pasti banyak deh dari kita bertanya-tanya bagaimana cara
menghilangkan galau. Biar tidak strezzz. Yang kita inginkan pasti yang
happy-happy saja. Kalau bisa, kita pengen menendang galau sehingga terpelanting
jauhhhh dari dunia ini. Tapi, itu hanyalah omong kosong, bualan belaka. Karena
sejatinya galau itu akan selalu melekat pada kita selama otak kita masih waras.
Galau itu akan datang, datang dan datang lagi. Galau hilang? it’s not
impossible. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana merealisasikan galan
menjadi sebuah hal yang bermakna. Contoh, kita sedang ber-galau lalu kita
wujudkan dalam sebuah tulisan, nggak apa-apa tulisannya jelek yang penting kita
bisa menghadapi galau. Contoh yang lain, dengan galau kita bisa menciptakan
sebuah lagi.
Masih galau?
Kalau masih galau, ada satu jurus ampuh untuk menghadapi galau. Sebelum kita
mencari solusi dari sebuah masalah, kita
harus tahu dari mana datang masalah itu sendiri. Begitu juga dengan galau,
tahukah kita siapa yang memberi galau? Yang memberi galau itu adalah Allah SWT.
Jadi, mendekatlah kita kepada si pemberi
galau, setelah dekat mintalah galaunya
dihilangkan. Jangan harap kalau kita ingin menghilangkan galau tapi tidak dekat
kepada-Nya. Ibarat kita minta uang dengan orang tua, kita harus baik-baik dulu
agar mau dikasih. Kita harus mengambil hati orang tua kita dalu baru minta
sesuatu. Seperti itu lah cara yang kita lakukan untuk menghadapi galau,
mendekat, menjalankan perintah-Nya, lalu meminta kepada-Nya. Yang perlu
ditekankan bahwa, jangan sampai kita meminta selain kepada Allah SWT. Good luck
menghadapi Galau!!Sabtu, 20 April 2013
ISLAM
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah,.." Ali-Imran 103
perlu untuk direnungkan, sudahkah aku dan kita semua telah berpegang teguh di jalan Allah?
marilah sekarang kita sadar, bahwa tidak ada jalan yang lurus selain jalan agama telah diridhoi oleh Allah.
kokohkan iman kita dengan tali Allah. ikat hati kita untuk berjuang dijalan Allah.
satukan umat islam dunia!!
perlu untuk direnungkan, sudahkah aku dan kita semua telah berpegang teguh di jalan Allah?
marilah sekarang kita sadar, bahwa tidak ada jalan yang lurus selain jalan agama telah diridhoi oleh Allah.
kokohkan iman kita dengan tali Allah. ikat hati kita untuk berjuang dijalan Allah.
satukan umat islam dunia!!
Jumat, 19 April 2013
Aku juga manusia
Aku ingin seperti mereka..
Bahagia, ketawa lepas selalu bermain ceria
Tak pernah memikirkan sesuap nasi
Aku ingin seperti mereka..
Selalu bebas mengatakan apa
Apa yang mereka ingin selalu dapat terpenuhi
Aku ingin seperti mereka..
Dapat menimba ilmu dimana saja
Belajar, sekolah dimanapun mereka inginkan
Aku juga manusia seperti mereka..
Tapi, aku tak dianggap seperti manusia.
Selalu disingkirkan
Aku tak ingin kaya, aku juga tak menginginkan harta yang berlimpah
Namun yang aku inginkan adalah kebebasan
Sebuah kata yang sulit untuk ku gapai
Kata yang selalu terngiang di telingaku
BEBASSS..
Seperti anak-anak yang layak pada umumnya
Tidak memikirkan kehidupan yang fana
Aku juga manusia..
Bahagia, ketawa lepas selalu bermain ceria
Tak pernah memikirkan sesuap nasi
Aku ingin seperti mereka..
Selalu bebas mengatakan apa
Apa yang mereka ingin selalu dapat terpenuhi
Aku ingin seperti mereka..
Dapat menimba ilmu dimana saja
Belajar, sekolah dimanapun mereka inginkan
Aku juga manusia seperti mereka..
Tapi, aku tak dianggap seperti manusia.
Selalu disingkirkan
Aku tak ingin kaya, aku juga tak menginginkan harta yang berlimpah
Namun yang aku inginkan adalah kebebasan
Sebuah kata yang sulit untuk ku gapai
Kata yang selalu terngiang di telingaku
BEBASSS..
Seperti anak-anak yang layak pada umumnya
Tidak memikirkan kehidupan yang fana
Aku juga manusia..
Minggu, 03 Maret 2013
PMDK-II
PELATIHAN
MANAJEMEN DASAR KE-UKMI-an II
Unit
Kegiatan Mahasiswa Islam Jamaah Nurul Iman (UKMI-JNI) INSTIPER Yogyakarta adalah
UKM yang bergerak di bidang da’wah khususnya di dalam kampus INSTIPER
Yogyakarta dan umumnya di tengah-tengah masyarakat. Tanggal 15-17 Februari 2013
yang lalu UKMI-JNI mengadakan pelatihan manajemen dasar ke-UKMI-an II di Goa
Kiskendo Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulonprogo dengan
mengambil tema “Meneguhkan Hati, Militansi tak Kenal Henti” guna untuk mendidik
dan membentuk kader-kader anggota UKMI agar memiliki jiwa yang teguh, kuat dan
tidak pantang menyerah serta juga untuk mempererat tali silaturahmi antara
pengurus UKMI dengan anggota-anggotanya.
Kepelatihan ini wajib diikuti oleh semua anggota
UKMI-JNI INSTIPER Yogyakarta yang baru. Jumlah anggota yang mengikuti pelatihan
ini adalah sebanyak 58 orang, dengan laki-laki sebanyak 55 orang dan perempuan
sebanyak 3 orang. Di pelatihan ini semua anggota benar-benar dididik agar
menjadi insan yang tegas baik secara jasmaniyah maupun secara batiniyah. Di
sini kedisiplinan dan kejujuran benar-benar ditegakkan. Tidak lupa pula para
peserta disuguhkan dengan materi-materi yang berbobot agar dapat menunjang
kinerja kader-kader sebagai generasi penerus kedepannya. Pengurus UKMI-JNI
tidak hanya menginginkan kader-kader yang lahir dari UKMI cuman cakap jasmaninya
saja tapi juga intelektualnya. Akhlak, ilmu pengetahuan dan jasmani harus
seimbang. Sehingga para pemateri didatangkan dari luar kampus dan juga dari
dalam kampus.
Yang menarik dari kegiatan ini adalah semua peserta
diberikan pelajaran-pelajaran dari alam. Salah satu contohnya adalah peserta
diajak untuk mengamati Goa Kiskendo. Seluk-beluk gua Kiskendo, bahkan peserta
juga dapat mengetahui sejarah dan cerita-cerita yang pernah terjadi di gua
Kiskendo. Sejarah dan cerita-cerita yang terjadi di Goa Kiskendo disampaikan
oleh juru kuncinya lansung dari Goa Kiskendo itu sendiri. Subhanallah, Goa
Kiskendo ini sangat menakjubkan. Banyak
pelajaran yang dapat diambil.
Dari kegiatan ini harapannya adalah semoga para
peserta dan sekaligus panitia dapat mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak
sekali terjadi saat berlansungnya acara. Hendaknya semua yang terlibat dalam
acara ini dapat merubah sifat-sifat negatifnya menjadi sifat-sifat yang
positif. Semoga semuanya dapat meneguhkan hati dan tidak pernah mengenal kata
henti walaupun penuh dengan hambatan-hambatan. Karena, niat yang kuat tidak
akan pernah hilang jika dibarengi dengan doa dan usaha. Sejatinya orang yang
lemah adalah orang yang tidak pernah berusaha.
Minggu, 24 Februari 2013
Hiks, Bagaimana dengan Agama Islamku ?
Hiks,
Bagaimana dengan Agama Islamku ?
Assalamualaikum.wr.wb
Bismillahirrohmanirrohim. Dengan
Bismillah, dengan menyebut nama Allah seluruh pekerjaan di muka bumi ini seharusnya
dimulai. Semoga diawali dengan mengingat Allah SWT, artikel ini dapat diridhohi-Nya
dan juga dapat bermanfaat bagi pembaca.
Berbicara tentang mencintai
Rasulullah, tentu saja kita harus juga mencatai ajaran yang telah
disampaikannya. Jangan sampai mengatakan cinta kepada Rasulullah, tapi ukhuwah
islamiyah yang ada di dalam diri kita seperti debu. Hanya datang angin
sepoi-sepoi berhembus saja, hilang tersapu bersih. Karena Nabi selalu mengajarkan
kuatkan niat, bulatkan tekad dan pertebal iman. Ajaran yang telah disampaikan
oleh Rasulullah adalah ajaran agama islam.
Islam. Yah, islam adalah agama
penyempurna, agama yang telah diridhoi oleh Allah SWT, agama yang diberikan
kepada kekasih Allah nabi Muhammad SAW, serta agama yang tidak akan pernah
hilang di muka bumi sampai akhirat nanti.
Tapi,
Rasulullah SAW pernah bersabda sekaligus memperingatkan:
“Akan datang suatu masa di mana orang-orang lain
disekeliling kamu (umat islam) akan bersatu mengerubungi kamu seperti makanan
di atas meja hidangan” sahabat bertanya ‘Apakah jumlah kami sedikit pada saat
itu ya Rasul?’
Rasul menjawab:
“Tidak, bahkan kamu pada saat itu mayoritas, akan tetapi kamu seperti buih di
lautan. Susungguhnya Allah SWT telah mencabut rasa takut dari musuh-musuh
kalian, telah mencampakkan penyakit Al-wahan pada diri dan perasaan kalian”
Sahabat bertanya lagi ‘Apakah penyakit wahan itu ya Rasul?’
Nabi SAW menjawab: “Al-wahan adalah penyakit cinta
kepada dunia dan taku kepada mati”. Hadist ini adalah peringatan dari
Rasulullahb SAW untuk kita umat islam.
Marilah sekarang kita melihat di tengah-tengah
umat islam sekarang telah dibanjiri dengan kebudayaan dan peradaban yang
menjauhkan kita dari agama. Alangkah ironinya, alangkah menyedihkannya,
memilukan sekaligus memalukan. Umat yang mayoritas dipermain oleh yang
minoritas. Umat yang jumlahnya banyak di dunia tapi diombang-ambingkan oleh
mereka kaum yang kecil.
Benar apa yang telah diperingatkan oleh
Rasulullah, masa itu telah datang. Penyakit itu telah dicampakkan
ditengah-tengah kita. Penyakit Al-wahan telah tumbuh. Terlalu cinta kepada dunia dan terlalu takut
kepada mati. Matrealistis dan takut resiko. Takut mati dalam arti yang
sesungguhnya dan juga takut mati usahanya, takut mati prestasinya, jabatannya
serta takut mati semua perhiasan-perhiasan dunianya. Subahanallah.
Seandainya penyakit dan permasalahan ini akan
berlansung secara lama, apakah tidak mungkin islam akan tersapu dari negeri ini
? Apakah tidak mungkin islam akan tinggal namanya saja ? semua itu mungkin
terjadi jika penyakit wahan masih mengakar erat di dalam diri kita. Jika
penyakit memalukan ini masih menggerogoti sel-sel darah dalam tubuh kita.
Solusinya adalah membunuh penyakit tersebut sampai ke akar-akarnya.
Alhamdulillah, kita tidak mengalami yang namaya
perang badar sehebat yang dialami oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Namun,
pada zaman sekarang ini perang yang kita hadapi tidak kalah ngerinya dengan
perang badar, tidak kalah sadisnya dengan perang uhud dan juga tidak kurang
dasyatnya dengan perang hondaq. Memang bukan anak panah runcing yang kita
hadapi, memang bukan pedang tajam berkilau yang kita mainkan serta bukan ujung
tombak besi yang kita takuti. Melainkan perang aqidah, perang pemikiran, perang
ideologi dan juga perang mempertahankan keyakinan. Yang jikalau kita kalah pada
saat sekarang ini akan berimbas kepada anak cucu-cucu kita, akan terpelanting kepada
generasi-generasi kita. Apakah meraka nantinya masih memiliki agama? Wallah
a’lam bi ash-shawab.
Oleh sebab itu, dalam peringatan maulid Nabi
Muhammad SAW 1434H ini marilah kita tumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah di
dalam diri kita. Merawat dan memupuknya sehingga ukhuwa islamiyah kita berbuah
manis dan lebat. Sebagai generasi muda ditangan kita lah agama ini
diperjuangkan. Sangat mungkin sekali islam akan jaya kembali seperti masa-masa
para sahabat dan khalifah.
kemungkinan akan selalu terjadi. Karena dalam hari
selalu ada kemungkinan selama kita masih mau berusaha. Kita pasti bisa melawan
kebiadaban ini, selama ambisi kita untuk menang masih seperti malam yang tidak
pernah lelah bergantian dengan siang. Maka asa itu akan selalu ada, selama kita
masih berjuang di jalan-Nya, selama kita masih memegang kitab suci al-quran
untuk pedoman, selama Nabi Muhammad SAW masih menjadi idola dan tauladan,
selama kita masih ingin meraih surga-Nya dan selama doa masih dipanjatkan untuk
Nya. Maka asa itu tidak akan hilang.
Mari kita membangun semangat baru, menentang dan
melawan gojolak diri yang ingin hidup bebas sperti mereka (baca orang-orang
barat). Berjuang malawan zionis. Bertekad di dalam diri, berjanji di dalam hati
akan selalu menumbuhkan ukhuwah islamiyah di dalam diri sendiri serta di dalam
pergaulan. Allahuakbar.
Wassalamualaikum.wr.wb.
Langganan:
Komentar (Atom)



