Jumat, 10 Januari 2014

Senyum Manis Terakhir Ibu

Bulan suci yang dinanti-nantikan sebentar lagi akan datang. Aku masih berada di rantau orang untuk melanjutkan sekolah, menimba ilmu agar otakku terisi. Maklum di kampungku masih pedesaan sehingga di sana cuma ada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Sekarang aku sudah kelas tiga SMA. Liburan panjang telah usai. Sebenarnya aku ingin berkumpul dengan keluarga untuk menyambut bulan puasa tahun ini. Tapi apa boleh dikata, sekolah adalah tugasku.
 Hari itu adalah hari kepergianku, Ibu hanya bisa melepas kepergianku di  depan pintu. Mata Ibu berkaca-kaca, aku takut kaca di mata Ibu itu pecah. Setelah mencium tangan Ibu aku pamit dan secepatnya melangkahkan kaki untuk pergi, karena aku nggak sanggup melihat air mata Ibu. Sungguh aku nggak sanggup. Lambaian tangan dan sejumput doa pasti selalu terucap di mulut Ibu.
Tinggallah Ibu seorang diri di rumah, karena kakakku yang satu-satunya telah berkeluarga. Kakakku itu adalah perempuan. Mereka telah memiliki rumah sendiri yang tak jauh dari rumahku. Perkenalkan aku adalah Hendri Setiawan. Kata Ibu aku lahir menjadi anak yatim setelah berumur empat bulan. Ayah meninggalkan kami selamanya karena tragedi kecelakaan di Medan. Ayah bekerja sebagai wartawan sehingga ia harus mengelilingi nusantara. Pekerjaan ini lah yang merenggut Ayah dari kami. Pekerjaan Ayah ini lah yang membuat aku mendapatkan gelar anak yatim. Tapi aku bangga dengan Ayah, aku bangga dengannya karena Ayah mau membiayai Ibu kuliah, sebelum Ayah pergi untuk selamanya. Ayah memang berpikir jauh ke depan. Mungkin ia merasakan firasat itu beberapa tahun sebelum terjadi kecelakaan.
Sekarang apa yang diinginkan Ayah telah tercapai. Ibu telah menjadi PNS, bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia disebuah Sekolah Dasar Negeri. Sebenarnya aku berat meninggalkan Ibu seorang diri di rumah. Tapi, itu tadi. Tugasku adalah sekolah. Aku tak mau mengecewakan Ibu, juga tak mau mengecewakan Ayah karena aku tahu Ayah pasti tersenyum melihatku di surga kalau aku dapat membahagiakan Ibu. Itu lah yang membuat aku semangat selama ini. Dulu aku pernah menyarankan Ibu untuk menikah lagi, tapi Ibu tidak mau dan memilih setia kepada Ayah. Bukan aku nggak sayang Ayah, melainkan kasian melihat Ibu kesepian. Aku bertambah bangga kepada Ibu karena kesetiaannya.                        
* * *

Seperti apa yah wajah asli Ayah? Pertanyaan itu selalu muncul dalam pikiranku. Aku tak pernah melihat wajah Ayah yang asli, hanya saja dari foto yang diberikan Ibu. Aku pernah memimpikan Ayah, tapi dalam mimpi itu Ayah hanya membelakangiku hingga membuat aku bertambah penasaran. Dalam mimpi itu Ayah berpesan agar aku menjaga Ibu dan harus menjadi anak yang shaleh.
 Sudah beberapa bulan aku di rantau. Entah mengapa aku sangat merindukan Ibu. Tapi, apa yang harus aku lakukan? Pulang kampung hanya setahun sekali karena harus irit biaya. Aku hanya bisa melihat foto Ibu dan Ayah. Mataku berkaca-kaca melihat foto ibu. “Tuhan, jagalah Ibuku. Lindungilah Ibuku. Limpahkan rahmat pada ibuku. Amin.” Doaku dalam hati.
Hari ini aku pergi sekolah seperti biasanya. Menenteng tas dan berjalan kaki menuju sekolah. Aku punya sahabat cewek, namanya Ulfa Sudibyo. Nama panggilannya Ulfa dan dia asli orang sini.  Pagi ini Ulfa termenung duduk di dalam kelas. Raut mukanya lain sekali hari ini. Aku heran, tidak biasa-biasanya Ulfa seperti ini. Sifat biasanya selalu ceria.
“Pagi Fa, kok murung? Hayo, lagi putus cinta ya? Atau mungkin lagi galau ya?” aku lansung nyerocos seperti kareta api yang tak pakai rem. “Pagi JUGA!!!” katanya dengan nada ketus. “Mmmm, cerita lah Fa, aku kan sahabatmu. Dulukan kita pernah berjanji, diantara persahabatan kita tak ada yang harus ditutup-tutupi.” Aku memulainya dengan nada memelas. Mungkin karena nggak sanggup melihat wajahku yang manis imut menggemaskan(siapa lagi kalau bukan aku yang memuji diri sendiri), Ulfa mulai terbuai. “Ya udah, aku akan menceritakannya nanti, setelah pulang sekolah,” jawabnya. “Oke deh. Aku tunggu ya” kataku dengan suara riang menghibur.
Di sekolah pelajaran lancar seperti biasa. Aku dan Ulfa akan bertemu di taman kota. Bel pulang telah berbunyi. Aku lansung menuju taman kota sehabis piket kelas. Sesampainya di taman, rupanya Ulfa telah menunggu. Aku kira dia tidak datang(seperti biasa!). Tapi, kali ini dia memang datang. Raut wajah Ulfa seperti di sekolah tadi, murung tak tahu pasal(pasal ke berapa ya? hehehe).
“Hai Fa, kok murung lagi sih?” tanyaku sambil duduk di samping dia. “Kok diam, katanya mau cerita?” aku mulai kecewa, karena pertanyaanku tak didengar alias dicuekin. “Orang tuaku ribut lagi ni Hen, aku capek dengan semua ini,” Ulfa mulai bercerita. “Sudah beberapa minggu ini mereka bertengkar. Mereka tak pernah memikirkan aku. Aku yang sebagai anak merasa tak sanggup lagi. Setiap hari Hen, sumpah aku capek. Mending aku nggak punya orang tua kalau seperti ini.” Lanjut ceritanya. Matanya bening berembun seperti pagi. Air mata mulai menetes.
“Eh, kamu nggak boleh ngomong seperti itu. Lihat aku! Aku telah merasakan sakitnya tidak memiliki Ayah. Tolong Fa, jangan bicara seperti itu lagi.” Aku juga mulai terharu. Sekarang berbalik, bukan Ulfa yang jadi curhat tapi aku. “Tapi apa yang harus aku lakukan Hen?” suara Ulfa melengking. “Temui kedua orang tuamu. Ajak mereka bicara. Cari jalan solusinya bersama-sama dengan kepala dingin.” Saranku kepada Ulfa dan menenangkannya. “Baiklah, aku akan mencoba saran yang kamu beri.” Suara Ulfa melembut.
Kami berdua pulang ke rumah masing-masing setelah menyelesaikan masalah Ulfa. Aku ingin dia bahagia, aku tak ingin dia merasakan seperti apa yang aku rasakan yaitu tak memiliki seorang Ayah.

* * *
            Semburat jingga menghiasi bumi. Suara adzan maghrib dari masjid terdengar syahdu berirama. Burung-burung waletpun mulai terbang pulang ke sarangnya. Kalau senja seperti ini, dulu sewaktu aku masih kecil Ibu biasanya membimbing aku untuk shalat maghrib. Tapi sekarang lain, aku sudah besar dan sekarang Ibu tak ada di sampingku. Aku shalat sendirian di kos ini. Beginilah nasib anak kos.
            Malam ini aku tidur cepat sekali, mungkin karena kecapean memikirkan Ibu dan Ayah, dan belum lagi maslah Ulfa. Aku malam ini bermimpi lagi, tapi mimpinya lain. Ayah dan Ibu datang kepadaku dengan memakai baju putih bersih bercahaya. Ayah dan Ibu mendatangiku di taman, taman ini penuh bunga. Aneh, taman ini bukan seperti taman kota. Taman kota udaranya panas sekali, tapi taman ini udaranya sejuuuuk penuh dengan bunga yang berwarna-warni.
            Mereka berdua berjalan bergandengan tangan, tersenyum melihatku. Terlihat di wajah mereka tanpa beban. Kali ini Ayah tidak membelakangiku lagi, wajah Ayah menawan sekali lebih ganteng dari foto yang dikasih Ibu. Ibu. Ibu lain lagi, mukanya berseri. Ibu memang cantik tapi kali ini mukanya lebih cantik sangat bercahaya. Ibu tersenyum kepadaku. Senyumnya maniiiiis.
            “Ibu. Ibu datang bersama Ayah, sosok yang selama ini aku rindukan.” Aku berkata kepada Ibu sambil menatap wajah keduanya. “Iya sayang. Ayah datang untuk menjemput Ibu. Ayah datang ingin membawa Ibu tinggal di taman ini.” Ibu berkata sambil membentangkan tangannya. “Kalau begitu, aku juga mau tinggal disini deh. Selalu bersama Ibu dan Ayah!”
            Ibu tersenyum manis melihatku. Menggeleng.
            “Tidak, aku ingin bersama kalian berdua. Aku nggak mau diberi gelar anak yatim lagi!” aku mulai terisak.
            Ibu duduk di sampingku. Mengelus rambutku. Lembut mencium keningku. Ayah hanya berdiri, tetapi senyumnya tetap menawan tidak memudar sedikitpun.
            “Kamu harus pergi sayang. Kamu tidak boleh tinggal disini. Kamu harus melaksanakan tugasmu dulu. Perjalananmu masih panjang,” Ibu menjelaskan sambil mengelus rambutku. 
            “TIDAK. AKU INGIN DISINI!!!” membentak.
            “Sayang. Ibu ingin melihat kamu menyelesaikan tugasmu dengan baik dulu.” Ibu menasehatiku.
            TELILILILILITTTTT….
            TELILILITTTTT..(Bunyi Hp)
            Pukul enam pagi aku bangun. Aku dibangunkan oleh bunyi Hpku. Astaga aku lupa shalat shubuh lagi, tambah lagi dosaku. Aku lihat Hpku berkedip-kedip lampunya, rupanya kakak perempuanku yang menelepon. Pagi-pagi gini ada apa ya? Aku angkat telepon itu. Kata kakak Ibu sakit, penyakit gulanya kambuh bahasa kerennya diabetes. Kata kakak lagi, aku harus pulang sekarang juga. Nggak ada alasan apapun, aku harus pulang. Kakak mengabarinya dengan suara parau. Aneh, kalau Ibu sakit biasanya nggak disuruh pulang. Ya udah de, aku pulang saja. Dapat bonus bisa kumpul dengan keluarga pikirku.
            Di pagi rapat (kalau siang kan udah bolong), aku pulang menaiki taxsi. Dalam perjalanan, aku mengingat mimpi semalam. Mimpi yang aneh. Ibu tersenyum manis sekali. Senyum itu adalah senyum Ibu yang paling manis.
Akhirnya aku sampai ke rumah. Tapi, aku kaget melihat banyak orang di rumahku. Mereka semua memakai baju hitam dan melantunkan ayat yasinan. Aku mulai merasa ada yang ganjil, tidak enak di hati. Anak kakakku yang berumur lima tahun berlari menghampiriku. Tanpa beban dia lansung berkata. “Kata Mama, Nenek sudah meninggal. Meninggal itu apa yah Om?” Tanya anak itu dengan polos. Mendengar kata ‘meninggal’ itu, aku berdiri diam seperti patung. Beberapa detik setelah itu aku mulai sadar.
“Ibu…!” suaraku gamang seperti cermin retak berderak. Derak-derak itu sampai menembus hatiku, lukanya bersarang membuat aku seperti sekarat. Air mata yang jatuh seperti garam menambah perih luka hatiku. Aku melemparkan tas yang ku bawa, tidak meperdulikan siapapun lagi. Berlari  menerobos orang-orang yang melayat. Ibu terbujur kaku tak bergerak di atas kasur. Kusingkap wajap Ibu dari kain penutup mukanya. Ya Tuhan, wajahnya seperti mimpiku semalam. Senyumnya yang manis. Mukanya putih tak berdarah, putih seperti salju. Aku menangis, meracau seperti kaset rusak, kaset yang tali pitanya berantakan.
Ya Tuhan, mengapa Engkau tambah lagi gelar padaku. Aku tak mau gelar itu, aku mau Ibu. Sudah cukup gelar yatim yang Kau berikan selama hidupku. Buliran air bening asin menetes dari mataku, membasuh luka di hati. Luka itu malah bertambah perih.
Kakak perempuanku menasehatiku. “Dek, ikhlaskanlah Ibu. Lihat Ibu! Dia tersenyum manis kepada kita, agar apa? Agar kita tidak berlarut-larut menangisinya.” Suaranya pelan tapi dalam, sambil mengusap ingus yang ikut-ikutan bersedih. Kakakku memang lebih tabah dari pada aku. Tapi mukanya juga kusut.
 Akhirnya Ibu dimakamkan di samping Ayah. Sesuai apa yang diamanahkan Ibu dulu. Mereka berdua sekarang telah bersanding di sana. Bersanding di pelaminan surga, dikipas oleh bidadari. Sekarang cinta mereka telah abadi, tumbuh di dalam surga. Tersenyum menyaksikan anak-anaknya dilayar tancap, alat Tuhan yang lebih canggih dari pada manusia. Aku menitikkan air mata rasa bangga kepada Ibu, untuk senyum manis terakhirnya dan kesetiaannya kepada Ayah. Ibu, Ayah, kalian berdua akan selalu hidup di dilam hatiku.

I Love You Mam and Dad…

Virusku..

Virus. Begitulah jika aku memanggilnya. Sebenarnya itu bukan nama aslinya, tapi panggilan sayangku untuknya. Nggak ada alasan yang jelas untuk panggilan itu. Suka sajaa.  Dia yang pertama kali menyuntikkan virus cinta di dalam tubuhku. Ciyeee.. sok puitis

Gadis aneh yang tak bisa dibaca fikirannya. Seorang mentalis hebatpun kurasa masih susah menembusnya, karena orangnya clumsy, setidaknya itu menurutku. Yang bikin anehnya menurutku dia itu mau dengaku tapi seenaknya. Selama ini nggak ada lo yang mau. Contoh, sms tiba-tiba. Setelah itu nggak ada kabar selama seminggu. Tuhhh kan, buat bingung saja. Oh Tuhan, ampun.

Kadang malas dengarin curhatannya. Ngeluh terus. Bayangkan saja, tugas dari kampus yang setumpuk ditambah lagi amanah organisasi yang sebukit a plus curhatnya dia. Biuhhh, otakku seperti tanggul jebol, mau pecah. Yang namanya ibu-ibu, selalu pandai merayu di pasar, nah yang ini memang ahli. Finally,dia akan sukses membuatku jatuh kasihan padanya.

Kadang aku pengen bilang pada dia untuk curhat ketemannya yang lain. Jelas ini tak pernah terucap. Pertama, aku tak pernah setega itu. Kedua, aku sayang padanya. Ketiga, semakin lama kusadari, rasa sayangku padanya lebih besar dari sekedar kesal. Aku terlalu sayang kepadanya. Sayang yang teramat sayang.

Sebenarnya aku dulu tidak punya perasaan apa-apa padanya. Namun itu dulu kawan, kalau sekarang ceritannya lain. Dia adalah gadis yang smart, dari SD juara terussss.. Gila banget otaknya. Eittss, jangan salah aku juga pintar, walaupun itu menurutku. Mmmm, tapi melihat nilai raporku sewaktu SMP sampai sekarang aku termasuk lima orang yang tidak boleh diremehkan di kelas, tapiii kalau di SD mah anggap saja aku nggak ada. Terlalu introvert sekali. So, cocoklah jika aku disandingkan dengannya, so pasti anak kami akan an exceptionally intelligent person all. Amin.

Continue…

Minggu, 13 Oktober 2013

Saatnya Berkunjung Ke-Negeri Para Nabi

KAIRO, MESIR. Untuk bisa masuk perguruan tinggi al-Azhar, Mesir, diwajibkan bagi semua peserta baik yang ingin beasiswa/ 
non beasiswa untuk mengikuti test yang diadakan oleh Depag & al-Azhar di Indonesia. Berkaitan dengan artikelku yang sudah lama aku tulis, darisana banyak kawan-kawan yang menanyakan perihal proses pendaftaran hingga ujian seleksi untuk masuk ke al-Azhar, Mesir.
1. Syarat mendaftar test ke al-Azhar, Mesira. Lulusan MA/MAN atau yang setara yang terakreditasi (mu`adalah) oleh al-Azharb. Ijazah tidak lebih dari dua tahun dari kelulusanc. mengisi formulir administrasi yang disediakan panitia pendaftaran (tunggu aja edarannya dari Depag)d. Lulusan S1/S2 dari jurusan Ushuluddin, Syari`ah, Dakwah, Bahasa, dan Dirasat Islamiyyah perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Univ. al-Azhar (ini untuk yang `mau lanjutin S2/S3). Namun, realitanya sudah sangat sulit untuk akreditasi yang ingin nerusin S2/S3.
2. Info beasiswa al-Azhar, MesirInfo beasiswa ini bisa di akses melalui situs Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (ditpertais), yaitu situs www.ditpertais.net Info ini biasanya diedarkan mulai  bulan Mei-Juni tiap tahunnya. Dan pendaftaran bisa dilakukan melalui via online (sesuai dengan arahan situs). Nah, setelah mendaftar via online, maka akan ada pemberitahuan untuk proses pemberkasan selanjutnya.

3. Test MasukA. TestAdapun untuk test itu sendiri ada dua tahapan:a. Test tahap pertamaTest tahap pertama ini biasaya diadakan di PTAI yang dirujuk oleh Depag. Dan pengujinya pun masih lokal, artinya yang nguji di tahap pertama ini adalah alumnus al-Azhar. Adapun untuk materi test antara tahap satu dan dua cenderung sama (keterangan dibawah lebih lanjutnya).
Semisal PTAI yang ditunjuk ketika tahap awal test tahun 2012 lalu adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Alauddin Makassar, IAIN Antasari Banjarmasin, IAIN Jambi, dan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Jika nama kita telah keluar lulus di tahap pertama kita bisa mendaftarkan diri ke al-Azhar dengan membawa surat keterangan lulus test (ini menjadi non beasiswa). 
Dan jika masih berminat untuk memperoleh beasiswa, maka ikuti lagi test seleksi tahap dua.b. Test  tahap  keduaTest tahap kedua ini adalah test penentuan untuk dapat beasiswa atau tidaknya. Nah, dalam tahap kedua ini para peserta yang lulus test pertama harus ke jakarta, Depag. karena, test diadakan disana.Test ini materinya modelnya sama. Tapi, yang beda hanya tingkat kesulitannya saja. karena, yang ngetest langsung delegasi Univ. al-Azhar, Mesir. Sehingga, disnilah terjadinya persaingan ketat dan benar-benar perjuangan.
B. Materi testMateri test antara tahap pertama dan kedua modelnya sama. Sekali lagi hanya beda penguji saja.Adapun materi test ini ada dua macam, sbb:a. Lisan-Takhfiz minimal 3 juz awal & juz 30-Percakapan bahasa arab-hazanah keilmuan, hususnya ilmu agamab. Tulis-Membuat narasi berbahasa arab (biasanya tema sudah ditentukan, tinggal milih saja)
4. Perbedaan Beasiswa dan Non Beasiswaa. PersamaanSetelah lulus baik ditahap pertama (untuk non beasiswa) ataupun yang dilanjutkan ke tahap kedua (namun tidak masuk pada kategori nominasi yang memperoleh beasiswa), boleh mendaftarkan dan melanjutkan pemberkasan untuk bisa studi di Mesir. Pemberkasan ini di Indonesia bisa ditangani oleh pribadi (namun rada ribet), broker atau mediator atau oleh Ikatan Alumni Azhar Indonesia (IAAI). Dan keduanya ketika sudah pemberkasan dan mendaftar ke Mesir dan diterima oleh Al-Azhar, maka sama-sama memiliki kesempatan kuliah dengan biaya yang telah dibebaskan oleh kampus.b. PerbedaanJika yang mendapat beasiswa itu mendapat tiket gratis berangkat ke Mesir (namun biasanya lama bagi penerima beasiswa untuk menunggu visa keluar dari Mesir), masuk asrama mahasiswa, mendapat uang saku perbulan dan jika tidak keluar dari asrama bisa mendapat tiket pulang ketika telah usai studi. Namun, jika yang non beasiswa dia tidak dapat tiket gratis ke Mesir, gak langsung tinggal di asrama mahasiswa (melainkan ngontrak dengan biaya pribadi tentunya untuk bayar rumah). Namun, jangan berkecil hati; jika belajar rajin dan nilai di tingkat pertama bagus, maka bisa mendaftarkan beasiswa di lembaga yang tersedia (banyak ,lho!). Asal belajar aja yang rajin. Dan jika non beasiswa mendaftar beasiswa setelah di Mesir juga ada yang menawakan tiket pulang, lho. Sante saja.
4. Fakultas yang tersedia untuk beasiswaa. Fakultas Sastra dan Bahasab. Fakultas Syari`ahc. fakultas Ushuluddind. fakultas Dirasah Islamiyyahe. fakultas Dakwah
5. Biaya hidupBiaya hidup disini bervariatif. Untuk pelajar laki-laki, minimal ada yang sebulan Rp. 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Ini sudah bisa untuk bayar kos-kosan (bagi yang nonbeasiswa) dan biaya makan sebulan. 
Namun, kembali lagi semuanya tergantung individunya. Dan untuk biya hidup di Mesir tentunya sekarang sudah mulai naik setelah adanya revolusi Mesir. Segala bahan pokok dan transportasi naik. Dan tak jarang dari mahasiswa kita yang berani berkeluarga disini, sesama mahasiswa Indonesia. "Keajiban di Mesir ini adalah mereka berani menikah walau hanya dengan bermodalkan beasiswa yang pas-pasan", kata Kang Abik, sutradara serta penulis best seller  yang juga alumni al-Azhar el-Syarif.
6. Tips-tips Lulus Ujiana. OptimisOptimis ini tentunya setelah usaha sepenuh hati. Kenapa optimis saya dahulukan? Karena dengan kita optimis mampu dan bisa, kita telah menerapkan pada otak bawah sadar kita untuk berusaha ikhlas tanpa batas untuk menggapai semua impian dan cita-cita kita. Ini sangat saya rasakan sendiri. :)
b. Hafalkan al-Qur`an dan muroja`ah.Indah sekali bagi mereka yang sudah hafal al-Qur`an. Karena al-Qur`an itu akan menjadi penolong baginya baik di dunia maupun di akhirat, jelas. Di dunia dia bisa dijamin kehidupannya oleh Allah SWT., bukti nyatanya saja banyak lembaga yang mensyaratkan beasiswanya dengan hafal al-Qur`an. Ini tinjau dari materi, namun disampin materi ada yang lebih dahsyat menurut saya, yaitu mereka yang sudah hafal di Indonesia akan lebih kuat hafalan dan ingatannya. Sehingga, mereka disini tinggal menambah hafalannya kepada para masyayikh untuk hafal al-Qur`an dengan qira`at, baik qira`at sab`ah (tujuh) maupun `asyrah (sepuluh) kubra atau shughra. Dan, untuk ahli qiraah itu sendiri terbilang di Indonesia sebagai hal yang langka.
Jika belum hafal berusahalah untuk menghafal sebanyak mungkin selagi masih di Indonesia dan muroja`ahlah. Tujuan memperbanyak hafalan itu sendiri adalah tidak lain untuk memberikan peluang lain ketika di Mesir untuk kegiatan lain, karena hafalan kita sudah banyak. Sehingga kita hanya tinggal menghafal sedikit lagi untuk bisa sampai hafiz al-Qur`an.
Kalo masalah jaminan akhirat bagi para hafiz al-Qur`an itu sangat banyak. Diantaranya, hafiz akan menghadiahkan mahkota kepada orangtuanya di akhirat kelak. Semoga, kita tergolong yang akan menghadiahkannya, aamiin.
c. Belajar dan Sering Baca Bahasa Arab Belajar disini ditekankan kepada grammer dan penambahan kosakata. Sehingga, kita mampu mengaplikasikannya dengan mudah dan indah. Semakin banyak kosakata yang dimiliki, maka semakin mudah dalam ujian dan sebagainya. kan, mau hidup di negeri Arab, seribu menara.Walau bahasa arabnya digalakkan, jangan lupakan juga belajar bahasa asing lain, misal bahasa inggris. :)
d. Do`aDo`a mohon pertolongan Allah SWT., orangtua, dan guru kita. Nah, do`a yang biasa saya bawa setiap doa adalah, "Allahumma ij`alna waman ma`ana minannajihin". Bikin orang tua bahagia sebelum dan berangkat dan selamanya. Karena, kebahagiaan mereka merupakan do`a untuk kita. Dan, tangan Allah SWT. di dunia ini adalah orang tua, khususnya ibu kita.
Ini semuanya untuk yang ingin kuliah S1 & S2. Namun, untuk S2 tahun-tahun ini sangat sulit sekali untuk menembus akreditasi Al-Azhar. Sehingga, tak jarang kawan yang sudah usai S1 di Indonesia kadang masuk S1 lagi, karena hanya ngin kuiah di Al-Azhar. Al-Azhar, oh, Al-Azhar.

7. Biaya Berangkat ke MesirBagi yang non beasiswa tentu akan bertanya-tanya berapa biaya pemberangkatan yang diurus oleh mediator?Biaya yang dipatok oleh mediator tiap tahunnya bervariatif. Namun, untuk tahun 2012 kemarin paling mahal adalah untuk tiket dan pengurusan berkas maksimal 11,5 juta rupiah. Namun, ada juga yang menawarkan sampai 9 juta. Jadi jangan mau diatas 12, yah! Klo ada, laporin aja ke pihak IAAI. 
Pesenku:1. Semangat dengan niat ikhlas karena Allah SWT.2. Siapkan perbekalan lahir batin3. Sabar tingkat tinggi, kalo bisa sepeti sabarnya para ulul azmi, dah. Karena, sebelum dan ketika di Mesir kita akan harus banyak sabarnya.4. Jangan minder, pesimis dan jadilah orang yang dinamis dalam kebaikan. Jangan jadi anak manja,hehe. Karena, di Mesir gak ada kata manja!
Semoga sekelumit artikel ini bisa membantu kawan-kawan yang ingin belajar di Negri Kinanah, Negrinya para Nabi, Kairo, Mesir. 

St Cloud State Universit

Untuk teman - teman yang ingin melanjutkan kuliah keluar negeri, ada sebuah universitas yang patut untuk dijadikan pertimbangan.
Cekidottt..!!!
St Cloud State University didirikan tahun 1869 dan hingga kini merupakan institusi pendidikan sarat peluang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Universitas ini menawarkan beraneka ragam program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) yang diakui secara internasional. Dengan banyaknya mahasiswa dari segala penjuru dunia, St Cloud State menyediakan lingkungan belajar yang multicultural dan ramah.

Universitas ini terletak di daerah metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di negara bagian ini, hanya berjarak satu jam di sebelah barat laut Minneapolis/St. Paul, suatu tempat yang aman dan menjadi ajang utama bagi acara olahraga, hiburan, kuliner dan bisnis.

Mengapa memilih Universitas ini?

  • Mahasiswa dapat memilih dari lebih dari 200 program S1, 60 gelar pascasarjana, termasuk program S3 di bidang pendidikan dan program master di bidang pengelolaan keamanan data informasi (information assurance - IA).  
  • Melakukan penelitian bersama instruktur yang mengenal setiap mahasiswa dengan nama.
  • Belajar bersama lebih dari 1.100 mahasiswa internasional dari sekitar 80 negara.
  • Akomodasi berfasilitas modern dengan harga terjangkau
  • Dapatkan potongan biaya kuliah melalui Academic and Cultural sharing Scholarship.
Untuk membantu mahasiswa mengatasi kesulitan keuangan dan agar mereka dapat berfokus pada kegiatan akademis, Universitas ini menawarkan beragam beasiswa termasuk beasiswa Akademik & Kebudayaan. Beasiswa yang cukup besar ini disediakan oleh Universitas sehingga sungguh membedakan Universitas ini dari institusi pendidikan lainnya di A.S., dan dengan mutu pendidikannya serta fasilitas, teknologi, uang kuliah dan biaya hidup yang terjangkau, menjadikan St. Cloud pilihan yang tepat bagi mahasiswa internasional.

Sepanjang masa kuliah mereka di SCSU para mahasiswa internasional mendapatkan dukungan bahasa Inggris yang istimewa. Selain itu ditawarkan kursus bagi mahasiswa internasional untuk meningkatkan kemahiran mereka berbahasa Inggris agar dapat memenuhi persyaratan Bahasa Inggris sebagaimana ditetapkan Universitas.

Nilai-nilai yang dianut oleh Universitas dicerminkan oleh para professor dan staf yang memastikan bahwa layanan akademis, bisnis dan mahasiswa disajikan dalam lingkungan yang ramah, profesional, inklusif dan mendukung. Mahasiswa internasional juga mendapat manfaat dari pengetahuan staf akademis yang telah mereka raih melalui keterlibatan mereka di bidang pendidikan, penelitian, dunia usaha dan praktik sebagai profesional.http://www.hotcourses.co.id/

Kamis, 25 April 2013

Galau


Kunci sukses menghadapi galau
Galau? Ya deh, semua orang pasti merasakan galau. Karena galau itu adalah sifat manusiawi manusia. Kiriman telat dikirim oleh orang jadi galau (nasib anak kos). Dosen memberi nilai rendah demam galau (nasib anak kuliahan). Laporan direvisi berkali-kali terkena virus galau (nasib praktikan). Oke, boleh lah kita bergalau ria. Silahkan deh kita galau tingkat nasional bahkan tingkat internasional. Tapi, yang perlu diketahui adalah bahwa kita boleh galau asalkan tidak berlebihan. Asalkan jangan mengakhiri hidup ini karena galau, sumpah itu sadis bangat. Pasti banyak deh dari kita bertanya-tanya bagaimana cara menghilangkan galau. Biar tidak strezzz. Yang kita inginkan pasti yang happy-happy saja. Kalau bisa, kita pengen menendang galau sehingga terpelanting jauhhhh dari dunia ini. Tapi, itu hanyalah omong kosong, bualan belaka. Karena sejatinya galau itu akan selalu melekat pada kita selama otak kita masih waras. Galau itu akan datang, datang dan datang lagi. Galau hilang? it’s not impossible. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana merealisasikan galan menjadi sebuah hal yang bermakna. Contoh, kita sedang ber-galau lalu kita wujudkan dalam sebuah tulisan, nggak apa-apa tulisannya jelek yang penting kita bisa menghadapi galau. Contoh yang lain, dengan galau kita bisa menciptakan sebuah lagi.
Masih galau? Kalau masih galau, ada satu jurus ampuh untuk menghadapi galau. Sebelum kita mencari  solusi dari sebuah masalah, kita harus tahu dari mana datang masalah itu sendiri. Begitu juga dengan galau, tahukah kita siapa yang memberi galau? Yang memberi galau itu adalah Allah SWT. Jadi, mendekatlah kita kepada si pemberi
galau, setelah dekat mintalah galaunya dihilangkan. Jangan harap kalau kita ingin menghilangkan galau tapi tidak dekat kepada-Nya. Ibarat kita minta uang dengan orang tua, kita harus baik-baik dulu agar mau dikasih. Kita harus mengambil hati orang tua kita dalu baru minta sesuatu. Seperti itu lah cara yang kita lakukan untuk menghadapi galau, mendekat, menjalankan perintah-Nya, lalu meminta kepada-Nya. Yang perlu ditekankan bahwa, jangan sampai kita meminta selain kepada Allah SWT. Good luck menghadapi Galau!!

Sabtu, 20 April 2013

ISLAM

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah,.." Ali-Imran 103

perlu untuk direnungkan, sudahkah aku dan kita semua telah berpegang teguh di jalan Allah?
marilah sekarang kita sadar, bahwa tidak ada jalan yang lurus selain jalan agama telah diridhoi oleh Allah.
kokohkan iman kita dengan tali Allah. ikat hati kita untuk berjuang dijalan Allah.
satukan umat islam dunia!!

Jumat, 19 April 2013

Aku juga manusia

Aku ingin seperti mereka..
Bahagia, ketawa lepas selalu bermain ceria
Tak pernah memikirkan sesuap nasi
Aku ingin seperti mereka..
Selalu bebas mengatakan apa
Apa yang mereka ingin selalu dapat terpenuhi
Aku ingin seperti mereka..
Dapat menimba ilmu dimana saja
Belajar, sekolah dimanapun mereka inginkan
Aku juga manusia seperti mereka..
Tapi, aku tak dianggap seperti manusia.
Selalu disingkirkan
Aku tak ingin kaya, aku juga tak menginginkan harta yang berlimpah
Namun yang aku inginkan adalah kebebasan
Sebuah kata yang sulit untuk ku gapai
Kata yang selalu terngiang di telingaku
BEBASSS..
Seperti anak-anak yang layak pada umumnya
Tidak memikirkan kehidupan yang fana
Aku juga manusia..